Mom's Diary : Si Smart Yang Tahan Banting, Review Moto G XT 1033

By Unknown - Friday, November 18, 2016

Motorola Moto G XT1033

Si smart yang tahan banting

Sekitar bulan juli 2014, Pak Suami sudah tidak tahan dengan handphone lama saya (yang mana adalah warisan dari dia juga) berkali-kali hang. Akhirnya beliau membujuk saya untuk beli hp baru, baik ya :p, tapi yang saya inginkan saat itu, yaitu asus zenfone 5 tidak kunjung ada, pre order bahkan sudah antri berbulan-bulan. Akhirnya kami memilih Motorola Moto G XT1033, dengan pertimbangan spesifikasinya tidak jauh beda dengan asus zenfone, namun barang ready stock. Waktu itu bisa dibilang Moto G ini masih hangat, belum banyak review, jadi kami masih berspekulasi untuk kualitasnya. Dua tahun kemudian smartphone ini masih utuh meski telah mengalami cobaan-cobaan yang luar biasa (apalah-apalah :v), maka saya merasa sangat beruntung memilikinya.


Smartphone di era ini sudah masuk dalam salah satu kebutuhan primer masyarakat. Bukan cuma untuk eksistensi di dunia maya, namun juga bisa menjadi salah satu perangkat penting penunjang ekonomi, kok bisa? Yah, tentu bisa. Menjamurnya kehadiran online shop akhir-akhir ini tidak jauh dari akses kemudahan yang difasilitasi oleh smartphone, bukan begitu?
Saya pun melanjutkan bisnis online shop yang sebenarnya mulai tahun 2012, namun jalan tersendat-sendat, hehehe. Dan Moto G XT1033 ini mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Baterainya menyatu dengan body utama, tidak gampang panas dan hampir tidak pernah hang.

Dengan ram 1G sudah cukup untuk aplikasi-aplikasi dasar tanpa lemot. Tapi jika anda tergabung dalam puluhan grup wa dengan ribuan chat tiap harinya, jujur moto g kurang recommended. Ada 2 slot untuk micro sim card di dalamnya, dengan jaringan 2G dan 3G. Teknologi layar sentuhnya kapasitif dengan 16 juta warna, 720 x 1280 pixel. Lebarnya hanya 4,5 inch dengan berat 143gr, sangat ergonomis. Moto g seri ini hadir dengan dua pilihan kapasitas rom 8 G dan 16 G, saat itu saya memilih yang 8G. Kenapa? Untuk ukuran pemakaian saat itu (pertengahan 2014), space 8G sudah terasa lega, namun pilihan ini agak saya sesali setahun kemudian saat os lagi sibuk-sibuknya, banyak aplikasi yang akan diinstall, eh, insufficient storage :-v.

Smartphone luar biasa ini sekarang berada di tangan cimplut, karena hanya moto g ini yang paling tahan banting. Bagaimana tidak, terjatuh di jalanan menurun yang terjal bisa selamat tanpa tergores sedikitpun, ketangguhan gorilla glass-nya bukan isapan jempol belaka, hehehe. Entah berapa puluh kali dia terlempar atau terbanting bahkan tersiram air dan masih tetap sehat wal afiat.

Berlebihan kah? Tidak, ini kenyataan yang sebenarnya

So here we go for detail specification:

UKURAN FISIK 
Dimensi: 129.9 x 65.9 x 11.6 mm
Bobot: 143 g 

LAYAR 
Teknologi: IPS LCD 
Layar Sentuh Kapasitif, 16juta warna 
Pixel: 4.5 inci, 720 x 1280 pixel, 
kerapatan ~326 ppi 
Fitur lain: Multitouch & Corning Gorilla Glass 3 

KAPASITAS 
RAM: 1 GB 
ROM: 8/16 GB 

KONEKTIVITAS DATA 
GPRS, EDGE,HSDPA, WIFI, WIFI Hotspot, Bluetooth v4.0 A2DP, microUSB v2.0, USB Host. 

KAMERA 
Utama: 5 MP, 2592 ? 1944 pixel, autofocus, LED flash 
Fitur: Geo-tagging, touch focus, face detection, HDR, panorama 
Video: 720p@30fps, stereo sound rec., 
HDR Kamera Depan: 1.3 MP 

OS & MESIN 
OS: Android OS, v4.4.2 (KitKat) > Lollipop 5.01 
Chipset: Qualcomm MSM8226 Snapdragon 400 
CPU: Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7 
GPU: Adreno 305 
Sensor: Accelerometer, proximity, compass 
Browser: HTML5 FM 
radio GPS: A-GPS GLONASS 
Baterai: Li-Ion 2070 mAh 

Lalu kekurangannya ada tidak? Jelas ada, dengan harga yang sangat kompetitif, tentu ada spesifikasi lebih, ada spesifikasi yang dikurangi. Jujur kualitas kamera moto g kalah kalau dibandingkan smartphone lain dengan harga yang setara, namun dia memiliki kelebihan pada fitur layar gorilla glass dan cpu nya yang sudah quad-core. Jadi jika ingin foto-foto produk menggunakan Moto G sepertinya kurang tepat ya, apalagi untuk selfie, not recomended, karena kamera depannya hanya vga.

Berikut hasil tangkapan gambar kamera Moto G XT1033, tempat pengambilan gambar outdoor.





Satu lagi kekurangan Moto G adalah headset bawaannya yang agak susah nancap, akibatnya tidak bisa digunakan dengan baik, kadang hanya satu sisi saja yang berfungsi. Dan tidak adanya slot untuk microsd menjadi ganjalan tersendiri, terasa sekali saat hp direset semuanya hilang tak bersisa. Jadi backup secara berkala adalah tindakan yang sangat bijaksana.

Kalau untuk ketahanan baterai, karena yang saya miliki rom internalnya hanya 8G, tidak banyak aplikasi bisa masuk, so ya awet untuk pemakaian pagi sampai malam.

Okay sekian tentang Moto G, yang sekarang sudah berpindah tangan, karena si emak ganti hp yang jaringannya 4G biar kekinian. :-D. 

Thank you for reading, see you on my other product review
^_^


  • Share:

You Might Also Like

0 comments