Home Education : Karena Semuanya Berawal dari Rumah

By Unknown - Monday, November 21, 2016


Apa yang telah anak-anak tiru selama ini dari orangtuanya? Berapa banyak memory baik dan buruknya tersimpan? Kenapa mereka begitu susah menuruti apa yang kita katakan?
Adalah karena mereka lebih cepat menyerap apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka tidak perlu diajari agar meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Ini bukan hanya masalah genetic, tapi juga masalah realita, fakta apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar.

Lalu bagaimana kita selama ini di depan mereka?

Bagaimana reaksi saat kita tidak bisa melihat rumah yang terus-menerus berantakan, barang-barang yang berpindah tempat bahkan hilang begitu cepat, rumah yang dindingnya penuh coretan. Jika kita tidak suka antrian kita diserobot orang, sudahkah mengajarkan anak-anak untuk mengantri? Jika kita menanamkan bahwa berbohong itu dosa, sudah perilaku kita benar-benar jujur di depan mereka? atau masih “dek, ntar jangan bilang-bilang ayah ya kalau bla bla bla bla? Jika kita mengajarkan untuk meminta maaf jika bersalah, sudahkah kita pun belajar meminta maaf pada mereka? Jika kita meminta mereka sadar untuk tidak terus-menerus membuat berantakan, sudahkah kita berterima kasih saat mereka membereskan mainannya sendiri?

Dan jika-jika yang lain.

Anak-anak itu bukan anak orang lain, bukan anak gurunya, apalagi anak teman-temannya, mereka anak kita.  So sudah sekuat apa bounding kita sebagai orang tua kepada anak? Sudahkah ada trust anak kepada kita untuk mengakui kesalahan yang mereka perbuat? Sudahkah ada cerita sedih dan gembiranya di sekolah? atau saat dia pulang malah minta ijin untuk pergi main lagi?

Apa pentingnya trust?

Penting, agar anak lebih percaya kita daripada orang lain. Penting, agar anak lebih nyaman berada di rumah dan bukan di sekolah atau bahkan di rumah temannya. Penting, karena kita yang akan bertanggung-jawab atas masa depan mereka dan bukan orang lain. Mereka sembilan bulan berada dalam rahim kita, melahirkan mereka dengan bertaruh nyawa, menyusuinya, bangun tengah malam untuk mengganti popok, begadang bermalam-malam karena dia ingin terus digendong. So akankah semudah itu kita biarkan mereka mewarisi sifat-sifat kita yang kurang baik?

Dengan hanya melihat, anak-anak bisa belajar bagaimana orangtuanya mengendalikan emosi. Dengan hanya melihat anak-anak akan tahu bagaimana memecahkan suatu masalah. Dengan hanya melihat orangtuanya membuang sampah pada tempatnya, menaruh baju habis pakai, merapikan alat-alat masak. Yah dengan hanya melihat, tak perlu diajari. Andai kita lebih sabar dan lebih mau mendengar, merekapun akan lebih tidak mudah rewel. Benarkah? Silahkan buktikan. Jangan pernah lelah untuk mengajak mereka bicara dan biarkanlah mereka menceritakan seluruh harinya, lalu katakan betapa  kita berterimakasih atas ketidakrewelan mereka.

Kita tentu tidak bisa menyerahkan seluruh tanggung jawab pada sekolah, berapapun harga yang telah kita bayar. Sekolah menjadi penunjang akademik dan penunjang kedewasaan sosial namun pondasi karakter dan attitude adalah tanggung jawab kita sebagai orangtuanya. Kita tentu tidak ingin influence negative dari luar lebih berpengaruh pada anak daripada apa yang telah kita ajarkan di rumah. Karena kita tentu tidak bisa setiap saat menguntit kemana mereka pergi, apa yang mereka lakukan, maka membuat pondasi yang kuat adalah tanggungjawab yang sangat besar.

Home Educating adalah menjadikan rumah sebagai dasar mendidik anak sesuai fitrah dan akhlaknya. Anak-anak akan terus belajar, termasuk dari orang tuanya. Ingat, mereka lebih cepat menangkap apa yang mereka dengar dan lihat dari pada apa yang orangtuanya katakan. Setiap ruangan dalam rumah adalah ruang-ruang sekolah. Misal saat di dapur mereka bisa belajar membuat kue, belajar bahwa untuk menciptakan sesuatu yang hebat, komposisi dan tahapannya juga harus tepat. Di ruang bermain mereka bisa belajar dan mengeksplorasi banyak hal. Di taman mereka akan belajar berkebun, belajar menghargai makluk hidup dan lain-lain.

Karena kita hari ini adalah anak-anak kita di masa yang akan datang

So change yourself to be positive and more positive then you will see that you have an amazing child

They are so special

They are very exclusive gift

They love you mom, better than anyone :-*




  • Share:

You Might Also Like

0 comments