Xi'an The Imperial City, part 1 (What do you think about chinese people?)

By Unknown - Friday, August 12, 2016

I want to share pengalaman selama 8 bulan di negeri putri huan zhu atau in pinyin huan zhu ge ge dan in english the fair princess, halah ngedabrus 😂.

Apa yang ada dipikiran kamu jika tiba tiba harus tinggal di negeri orang? dalam kasus ini china dan gak sempet untuk kursus bahasa china 😞.

Pertama kali tiba di xi'an (ex ibukota sebelum beijing), everything fell little bit weird, ya iya lah bukan kampung lo. 😃

Dan banyak orang yang gak bisa bahasa inggris dan bahkan tidak tahu ketika saya bilang indonesia ( yang belakangan kemudian saya tahu mereka mengenal indonesia dengan spelling yin du ne si a, yang kadang mereka bilang nya yin du doank). But some of them knew bali very well, secara artis2 mereka bejibun yg married di bali - yang masih anget adalah wedding nya ruby lin (pemeran putri zi wei di serial putri huan zhu).

Yang pertama adalah ternyata mereka mengganggap orang yang punya 2 anak perempuan adalah sesuatu yang sangat spesial. Tahukah kenapa? Kebijakan 1 anak di china membuat orang lebih prefer punya anak laki-laki ketimbang perempuan (u know why lah). Dan ketika punya 2 anak dan 2 2 nya perempuan seperti nya sesuatu yang amazing. Mereka memperlakukan kami dengan sangat baik, beberapa kali jika belanja ada orang orang yang menolong membawakan, saat kehujanan nawarin share payung, saat si kecil mbeler nawarin tissue, saat apalagi ya, sampai meleleh saya, hehe. Bener2 sesuatu yang diluar perkiraan. Mereka sangat baik tanpa melihat bahwa saya berhijab, bahwa kulit saya lebih gelap n dll atau sebenarnya mereka amazing ma anak2 nya, mak nya gak perlu gr ya :p. Yap ini betul karena ada beberapa orang yang terang-terangan ngajak chi selfie, jadi ini semua karena pesona si chi ya 😃.

Gak ada gitu diskriminasi, coba kalau di masyarakat kita ngeliat orang luar bawa anak 2, yang bajunya beda sama kita, yang warna kulitnya beda, yang bahkan ngomong bahasa kita pun gak bisa, what will they do?

Tapi yaa gak semua nya welcome, ada lah yang cembetut kalau ngomong ma kita. Ya iyalah ke negeri orang tapi gak bisa bahasa negeri itu :p. Ini kayaknya karma, soalnya saya sendiri sering agak gimana gitu klo ketemu orang luar yang gak bisa bahasa indo. (Pesan moral : jangan suka berprangsangka buruk, krn bisa jadi yang bersangkutan gak sempat kursus - sama kayak saya). Jadi dui bu qi wo de chong wen bu hao.

Ini masih part 1, pending dulu ya udah sore 😉.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments