mom's diary : baby born

By Unknown - Monday, November 24, 2014

Huhu, telat empat tahun lebih setelah sya lahir baru bisa berbagi. Jadi kali ini mau share tentang kelahiran sya n adeknya ya. Bahas atu2, plus minus n perbedaannya. Moga bermanfaat untuk yang sedang mempersiapkan baby born. Ambil positifnya buang jauh2 negatifnya ya.
Episode 1 : Syadza
37w, 2d. pukul 21.00. ini perkiraan kurang lebih ya, lupa pastiny soalny.
Kontraksi datang teratur 5 menit sekali, belum ada ketuban pecah, rasa sakit pun masih biasa2 aja. Diputuskan langsung k rs.
Sampai rs kurang lebih pukul 22.00, langsung tensi dll, dan ternyata 160. Masuk ruang perawatan, ditensi lagi masih tinggi juga. Cek bukaan baru bukaan dua. Saya pikir masih nyante lah ya, baru bukaan 2, masih besok lahirnya pikirku. Lalu tiba2 suster datang masang infus dan ngasih obat untuk diminum. Tanya dong, ini obat apa? dan jawabnya, itu obat. Bengong deh, tapi akhirnya tetep ditelen aja. 23.00 diganti baju dan disuruh langsung ke ruang bersalin. Saya, "lah kan baru bukaan 2, kenapa sudah ke ruang bersalin?". Jawab susternya, "ya. biar langsung sekalian aja". Nggondok gak sih, huhu. Ruang bersalinnya saya gak bisa bilang nyaman ya, kayaknya usia ruang ini udah tua banget, dan gak mendapat cukup sentuhan renovasi modern. Beda sama ruang rawat inapnya yang kayaknya lebih baru. Lanjut ya, datang suster lain lagi, ngasih obat lagi, dan sambil memasukkan obat sambil bilang, "Mbak diinduksi ya, soalnya tensinya tinggi." "What???", terpana dong ya. "Jadi infus dan obat yang kutelan trs yang barusan ini all for induksi???", kenapa gak ngasih opsi dulu atau bagaimana gitu, hiks. Sampai disini mood dah berantakan. Sendirian di ruang bersalin tua, induksi tanpa ijin. Nangis bombay lah saya. Lalu g lama ibu saya boleh masuk. Jujur ya, kontraksi yang tak rasakan sakit banget, kontraksi yang sakit itu berasa mulai jam 12.00 sampai 2.00 pagi. Sampai ibuku yang gak tahan anaknya teriak sambil nangis manggil susternya. Dan akhirnya ibu keluar serombongan suster datang, cek bukaan. "Oh, belum mb." Thats it. Lalu mereka pergi saudara2. Saya sempet ya ngebayangin ngelahirin itu dielus2, diatur tarik nafas kayak di pilem2, tapi ternyata, saya belum beruntung ya, yah sudahlah. Klo kemudian ada yang tanya, kenapa milih melahirkan disini, jawabnya karena disini satu2 ny rs d kota x yang ada dr ceweknya. Kenapa gak melahirkan di bidan dst, this is my fault, dengan segala kedangkalan pemahaman, berfikir di rs lebih baik, yah itulah yang terjadi.
Lanjut lagi ya, jadi dalam keadaan sakit yang sangat saya ditinggal sendirian, ibu saya juga gak disuruh masuk lagi. Ehm, waktu itu sempat baca2 dikit tentang hypnobirth, tapi sudah sedikit yang dibaca, gak ada yang bisa dipraktekkan pula, jadilah menjalaninya dengan yah... Saya teriak2 pastinya, semakin lama semakin keras, lalu sekitar pukul 3.00, suster2 masuk lagi. Dan saya ingat betul ada yang bilang, "Mbak jangan teriak2, tarik nafas." Ngomongnya kayaknya gak ramah ya, g ada yang nuntun gimana caranya buat tarik nafas dalam keadaan yang sangat sakit itu. Ehm, dan setiap kontraksi datang saya langsung mengejan, kayaknya refleks atau gimana gitu gak tau ya. Sampai akhirnya, tindakan episiotomi dilakukan, dua kali gunting, cekres2, dan lahirlah sya....
Langsung menangis dan dibawa susternya ke tempat lain. Dan hanya bisa melongo, loh gak IMD, masih lemes...
bersambung yak... ^_^

  • Share:

You Might Also Like

0 comments