Mom's diary: PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

By Unknown - Thursday, August 21, 2014

Saya bukan praktisi pendidikan anak, tapi hanya ibu dari dua orang putri, yang sulung sudah tak sekolahkan sejak usia 2th 2bulan, sekarang sudah hampir 4th. Sejak sebelum sekolah syadza sudah bisa mengenal semua warna dan mengeja 1-10. Tapi gak pernah saya nggoyo ngajari dia, calistung, sesuka suka dia saja, lewat aplikasi marbel di tablet, sya dengan cepat mengenal huruf dan belajar menghitung juga. Saya termasuk mak2 yang menganut mahzab, klo balita itu g perlu diajari calistung, pelajaran tentang sosialisasi, etika, bakat, minat, motorik halus dan kasarnya, kecerdasan emosionalnya menurut saya lebih penting dari sekedar calistung, sekedar, ya sekedar, hampir semua orang pasti akan bisa membaca dan menghitung, tapi enggak semuanya sabar mengantri, tidak suka memaki atau membully. Maka pembentukan karakter adalah pr yang jauh lebih penting. Karena di usia ini anak menyerap semua informasi dengan cepat, lebih cepat dan jelas dari mesin fotokopi. Anda mungkin harus mengulang beberapa kali untuk mengajari anak membedakan huruf B dan D, tapi sekali saja sangat cukup untuk mengajari anak memaki. Is that right?
Inilah bukti bahwa d usia ini, pengajaran budi pekerti jauh lebih penting. Akhirnya saya pun menemukan PAUD yang sevisi, Alhamdulillah, syadza nyaman, ibunya pun tenang. Karena dari awal niat saya menyekolahkan sya, adalah agar dia belajar bersosialisasi.
Have fun nak, moga hari esok akan lebih cerah untukmu. :-)

  • Share:

You Might Also Like

0 comments